Stress Bag. 1

DEFINISI STRESS

Istilah stress dikemukakan oleh Hans Selye (dalam Prabowo, 1998) yang mendefinisikan stress sebagai respon yang tidak spesifik dari tubuh pada tiap tuntutan yang dikenakan padanya. Sedangkan menurut Lazarus (dalam Prabowo, 1998), stress adalah suatu keadaan psikologis individu yang disebabkan karena individu dihadapkan pada situasi internal dan eksternal. Definisi lain dating dari Robert S. Feldman (dalam Fausiah. F dkk, 2007) stress adalah suatu proses yang menilai suatu peristiwa sebagai sesuatu yang mengancam, menantang, ataupun membahayakan dan individu merespon peristiwa itu pada level fisiologis, emosional, kognitif dan perilaku

Terdapat 3 fase dalam stress:

1.      Fase alarm

2.      Fase Resistensi, dan

3.       Fase Exhausted (kelelahan)

 

MODEL STRESS

Cox (dalam Prabowo, 1998) mengemukakan 3 model stress, yaitu:

1. Response-based model

Stres model ini mengacu sebagai kelompok gangguan kejiwaan dan respon-respon psikis yang timbul pada situasi sulit. Pusat perhatian dari model ini adalah bagaimana stressor yang berasal dari peristiwa lingkungan yang berbeda-beda dapat menghasilkan respon stress yang sama

2. Stimulus-based model

Memusatkan perhatian pada sifat-sifat stimulus stress. Tiga karakteristik penting dari stimuli stress adalah:

a.       Overload: Ketika sebuah stimulus dating secara intens dan individu tidak dapat mengadaptasi lebih lama lagi

b.      Conflict: Terjadi ketika sebuah stimulus secara stimultan membangkitkandua atau lebih respon-respon yang tidak berkesesuaian. Cenderung bersifat ambigu, dalam artian stimulus tidak memperhitungkan kecenderungan respon yang wajar

c.       Unconrollability: Terjadi pada peristiwa-peristiwa dari kehidupan yang bebas/tidak tergantung pada perilaku diamana pada situasi ini menunjukan tingkat stress yang tinggi.

3. Interactional model

Model perpaduan dari kedua model sebelumnya. Ini mengingatkan bahwa dua model terdahulu membutuhkan tambahan informasi mengenai motif-motif individual dan kempuan mengatasi. Prabowo (1998)

Pendekatan ini beranggapan bahwa keseluruhan pengalaman stress didalam beberapa situasi akan tergantung pada keseimbangan antara stressor, tuntutan dan kemampuan mengatasi. Prabowo (1998)

 

Sumber:

  • Prabowo.H, (1998), Arsitektur Psikologi dan Masyarakat Seri Diktat Kuliah, Depok: Penerbit Gunadarma
  • Fausiah. F, Widury. J,(2005),  Psikologi Abnormal Klinis Dewasa, Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia

About widiyanto.Dwi.L/10508234

just figure it out by yourself
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s