Deindividuasi

Kali ini saya akan menjelaskan tentang Deindividuasi. Apakah kalian pernah mendengar apa itu deindividuasi?? Deindividuasi seingkatnya adalah memudarnya peran individu dalam kerumunan atau dalam hal ini kelompok. Hal ini dapat menjelaskan mengapa orang yang dikenal pendiam bisa berubah menjadi sosok yang brutal saat ia berada dalam suatu masa. Karena memang masa dapat meningkatkan tindak impulsive pada seseorang, karena seperti yang disebutkan diatas bahwa masa bisa meleburkan identitas individu.

Masalah ini juga disetujui oleh Lea, Spears, dan de Groot (2001) bahwa saat seseorang tidak lagi bisa di identifikasi dalam suatu kerumunan, hal itu dapat membawanya meningkatkan perilaku agresif. Sedangkan pengertian umum dari deindividuasi adalah proses hilangnya kesadaran individu karena melebur didalam kelompok.

Dan ternayata, Deindividuasi tidak hanya berdampak negative dan meningkatkan tingkat agresif saja, namun juga dapat meningkatkan kepatuhan amggota-anggotanya dalam suatu norma kelompok. Hal ini dinyatakan oleh Pustmes & Spears (1998) bahwa dalam meta-analysis lebih dari 60 study menemukan deindividuasi dapat meningkatkan kepatuhan seseorang akan norma kelompok

 

Sumber:  Elliot Aronson, Timothy D. Wilson, Robin M. Akert, Social Psychology, Sixth Edition

About widiyanto.Dwi.L/10508234

just figure it out by yourself
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s