Stroming dan Konflik

Kita akan mempelajari stroming lebih lanjut. Sebagai review bahwa stroming adalah tahap pertukaran pikiran antar anggota kelompok. Namun efek dari pertukaran pikiran ini adalah kemungkinan terjadinya konflik dalam kelompok tersebut. Disini mari kita pelajari lebih jauh tentang konflik.

Konflik berasal dari bahasa latin configure yang artinya saling memukul. Tapi secara sosiologis, konflik diartikan sebagai proses social antara 2 orang atau lebih, dimana salah satu pihak menghancurkan pihak lain. Konflik layaknya kelompok juga memiliki tahap-tahap perkembangan.

1. Disagreement

Merupakan awal terjadinya konflik saat seseorang secara langsung menyatakan ketidaksetujuannya secara frontal atau langsung. Harus segera ditangani sebelum berkembang lebih lanjut.

2. Confrontation

Bentuk lanjutan dari disagreement. Saat 2 orang atau lebih bertentangan, dalam artian sudah mulai saling menyerang pihak lain menggunakan kata-kata. Dan pada tahap inilah kemungkinan terjadinya kelompok dalam kelompok ( dalam kelompok ada sub kelompok ).

3. Escalation

Merupakan klimaks dari perkembangan konflik. Kelompok semakin kasar dan tak jarang menggunakan kekerasan fisik. Menyebabkan frustasi dan ketidakpercayaan di masing-masing anggota.

4. Deescalation

Mulai menurunnya konflik. Artinya anggota mulai lelah atau sadar akan terbuangnya waktu yang percuma

5. Conflict Resolution

Merupakan tahap akhir atau penyelesaian. Semua konflik pasti sampai disini. Meskipun tidak semua pihak puas akan hasilnya.

Penyebab Konflik

  • Perbedaan Individu

Intinya bahwa manusia tidak sama. Mereka memiliki pemikiran sendiri-sendiri. Dan perbedaan-perbedaan inilah yang tidak selalu dapat diterima oleh orang lain dan menjadi sumber dari konflik social. Contohnya saja foto wanita yang agak “terbuka”, mungkin ada yang berpendapat pornografi dan ada yang berpendapat itu seni.

  • Perbedaan latar belakang kebudayaan

Pemikiran serta perasaan sedikit banyak dapat dipengaruhi oleh kebudayaan dimana individu itu berasal. Dan pemikiran yang berakar dan mengakar dari kebudayaan inilah yang kadang-kadang membuat atau memicu terjadinya konflik.

  • Perbedaan Kepentingan antara Individu atau kelompok

Masih berhubungan erat dengan 2 kategori diatas  yang menyebabkan perbedaan individu. Oleh karena itu terjadinya kepentingan yang berbeda-beda. Kelompok atau individu mungkin dapat melakukan hal yang sama tetapi memiliki tujuan yang berbeda. Misalnya 2 orang sama-sama belajar berenang, namun memiliki tujuan yang berbeda. Yang satu ingin mengikuti lomba renang dan yang satunya hanya sebagai  kemampuan jaga-jaga disaat darurat.

  • Perubahan Nilai yang Cepat dan Mendadak

Perubahan dan dinamis merupakan hal yang lazim dan wajar atau bahkan terkadang diperlukan. Namun perubahan yang cepat dan mendadak terkadang menimbulkan konflik. Contohnya saja, dilarangnya berpakaian terbuka, padahal masyarakat tradisional dan sebagian masyarakat menganggap bahwa baju-baju tradisional juga bisa termasuk ke kategori “dilarang” dipakai. Dan slaah satu daya tarik Indonesia salah satunya juga terletak pada seni dan budaya. Termasuk di dalamnya pakaian adat atau tradisional.

 

Sumber Referensi:

http://id.wikipedia.org

About widiyanto.Dwi.L/10508234

just figure it out by yourself
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s